Artist

Abenk Alter

Abenk Alter

Rizqi Rizaldi Ranadireksa atau lebih dikenal dengan nama Abenk Alter, lahir di Jakarta 28 Februari. Nama Abenk Alter memang lebih dikenal sebagai musisi, tapi di sela-sela kesibukannya sebagai musisi, Abenk juga melukis. Abenk pernah membuat karya untuk Market Museum pada tahun 2012. Imajinatif dan ekspresionis menjadi ciri khas dari karya seni yang di tampilkan olehnya. Hamzah Fansuri, Jalaluddin Rumi, Picasso, Jackson Pollock, dan Eko Nugroho adalah beberapa seniman ini cukup menginspirasi Abenk dalam karya-karyanya.

Aditya Syahputra

Aditya Syahputra

Aditya Syahputra Lahir di Bogor pada tanggal 17 Juli 1993, Adit telah mulai menggambar sejak usia enam tahun. Pekerjaan di bidang farmasi tidak menjadi halangan bagi Adit untuk tetap menekuni hobinya menggambar ilustrasi dan membawanya ikut serta dalam membuat artwork pada Kafe Rufus di Bogor pada tahun 2013. Adit juga sempat membuat komik tentang panduan gizi khusus untuk anak-anak SD pada tahun 2014. Karya-karya Adit yang imajinatif,feminin, detailed, dan sureal ternyata banyak terinspirasi dari Hayao Miyazaki, Matt Goening, dan Guillermo del Toro.

Ali Hamzah

Ali Hamzah

Ali Hamzah Poerawisastra atau biasa di panggil Ali, lahir di Bandung pada tanggal 24 Mei 1987. Mempunyai ciri khas karya berupa portrait dengan garis tremor yang maskulin dan sureal mampu membuat Ali ikut terlibat dalam beberapa pameran seperti ACT Kopi Keliling tahun 2013 - 2014 dan Artotel – Monstore Plastic Art Exhibition tahun 2015. Saat ini selain tetap berkarya, Ali juga berprofesi sebagai Graphic Designer dan Art Director untuk Clean & Clear, Sony Ericsson, Indosat dan BNI di tahun 2009 – 2011, dan untuk Kakaotalk dan Samsung di tahun 2014 -2015.

Ariel Victor

Ariel Victor

Ariel Victor Arthanto lahir di Semarang 10, Januari 1992. Ketertarikan Ariel terhadap film-film animasi Disney saat kecil membawanya pada keputusan untuk mengambil kuliah Bachelor of Arts (Animation & Interactive Media) di RMIT University. Pernah membuat film animasi pendek membuat Ariel semakin serius dalam berkarya. Ariel juga pernah mengikuti pameran kolektif berjudul “Milkyway” di Hubblescoop Creamery BSD City pada Februari 2016. Karya Ariel kebanyakan terinspirasi dari kejadian sehari-hari. Penggayaan karya Ariel banyak bereksperimen dengan bentuk-bentuk dasar yang minimalis dan berbagai kemungkinan lainnya yang bisa tercipta dari berbagai konsep. Jing Wei, Lisk Feng dan Henri Matisse adalah seniman yang menginspirasi Ariel dalam berkarya Saat ini Ariel bekerja sebagai frelance di bidang illustrasi dan animasi, serta bekerja untuk proyek-proyek lepas seperti buku cerita dan animasi pendek.

Aryo Wibisono

Aryo Wibisono

Aryo Ardiarso Wibisono atau biasa dipanggil Aryo, lahir di Jakarta pada tanggal 30 Oktober 1990. Berawal dari ketertarikan membaca buku, komik dan menonton film Aryo mulai menggambar beberapa karakter komik yang dinikmati oleh nya sendiri dan orang-orang terdekatnya. Aryo menyelesaikan kuliah di Curtin University of Technology, Perth dan memulai karir di bidang Advertising. Ia mulai membuat karya secara serius saat sekolah di Malaysia tahun 2007, saat diminta oleh KBRI Malaysia untuk membuat karya lukisan atau illustrasi bersama beberapa orang Indonesia lainnya. Beberapa pameran yang pernah diikutinya meliputi Yayasan Seni Rupa Indonesia – Kompetisi Nasional Seni Lukis Remaja 2006 di Senayan City, pameran lukisan ilustrasi “Visit Indonesia 2007 di Kuala Lumpur dan Pameran Art in Bloom di Art Gallery of Western Australia pada tahun 2010. Ciri khas dari karyanya dapat dilihat dari detail pada serat rambut, dengan menggunakan pensil, pen dan cat air. Eko Nugroho, Kim Jung Gi dan James Jean adalah beberapa seniman yang menginspirasi Aryo dalam berkarya.

Ayu Desianti

Ayu Desianti

Ayu Desianti Lahir di Bandung, 7 Desember 1993, Ayu Desianti yang lebih akrab dipanggil Ayude ini telah menekuni hobi menggambar sejak duduk di bangku SD, dan mulai serius melukis di atas kanvas sejak masuk ke jenjang kuliah hingga saat ini ia masih aktif melukis di samping profesinya sebagai ilustrator. Banyak terinspirasi dari seniman-seniman seperti Joan Cornella, Laura Callaghan, aitch.ro, dan Tom Wesselman, karya-karya Ayu khas dengan sapuan merata/flat warna-warna yang kuat, outline hitam yang tegas pada subjeknya, tampilan pop, dan penggambaran melalui perspektif spasial tertentu.

Bernadet Putri

Bernadet Putri

Bernadet Shinta Nirmala Putri atau biasa di panggil Benet lahir di Jakarta, 12 Agustus 1994. Ketertarikan menggambar yang sudah dimulai sejak kecil yang membuatnya sempat mengambil jurusan DKV selama satu tahun. Benet kemudian berubah haluan dengan mengambil jurusan Kriya Tekstil di Institut Teknologi Bandung. Saat magang untuk desainer Mel Ahyar dirinya sempat membuat karya ilustrasi dan desain motif untuk koleksi Happa. Benet pernah mengikuti beberapa pameran di antaranya Fashionatic Art Drappery Exhibition oleh Trans Studio Mall Bandung tahun 2015, Postcard Exhibition oleh White Shoes and The Couples Company di Graha Bhakti Budaya Cikini pada tahun 2015, Catalyst Art Market Vol. 5 dan 7 di Jakarta tahun 2015 dan 2017, dan Emina Art Day oleh Emina Cosmetics di Dia.Lo.Gue Art Space di Jakarta pada tahun 2016. Saat ini Benet bekerja sebagai freelance illustrator, textile designer dan juga sebagai nail artist di Jewel Beauty. Dalam setiap karyanya unsur botanical dengan penggunaan warna lembut, detail dan feminin menjadi ciri khasnya. Michelle Morin, Edith Rewa, Bodil Jane, Diela Maharanie dan Neng Iren adalah seniman yang menginspirasi Benet dalam berkarya.

Debbie Lysander

Debbie Lysander

Dian Paramita

Dian Paramita

Dian Paramita adalah seniman dari Indonesia yang menetap di Philadelphia, PA. Mita lulus dari Studio Incamminati, Sekolah Kontemporer Realis Art yang didirikan oleh pelukis terkenal Nelson Shanks. Karya-karya Mita fokus pada merayakan ephemerality dari kehidupan sehari-hari dan menangkap keindahan dari makanan dan minuman yang sering dijadikan objeknya Sejak tahun 2014, karya-karya Mita sudah dipamerkan di seluruh Philadelphia, termasuk Dilworth Park, Freeman Auctioneers, James Oliver Gallery dan Arch Enemy Arts. Selain menekuni dunia seni lukis, Mita juga adalah seorang konsultan public relations di Jakarta, Mita Memperoleh gelar BA dalam Penyiaran, Telekomunikasi dan Media Massa dan Jurnalisme, dari Temple University di tahun 2005. Mita juga menyelesaikan gelar Master di Global Media dan Komunikasi dari London School of Economics dan Fudan University di 2009.

Dian Suci Rahmawati

Dian Suci Rahmawati

Dian Suci Rahmawati atau biasa dipanggil Ultraman ini lahir di Kebumen,15 Oktober 1985. Mempunyai latar belakang pendidikan Arsitekrur Universitas Islam Indonesia, Mamen pernah membuat beberapa video report tentang Yogja dan video tentang masjid Kotagede Yogyakarta ditahun 2007. Setelah mulai serius mengerjakan karya seni dirinya mulai mengikuti beberapa pameran, mulai dari tahun 2012 sampai 2017, antara lain “Smile Is The Answer”, Art Exhibition di Grand Indonesia tahun 2015. “Katanya sih, katanya” Solo Exhibition di LIR Space, Yogyakarta ditahun 2016. Dan “WARN!NG Compilation Vol.1 “Artwork Exhibition, di Sangkring Art Space, Yogyakarta ditahun 2017. Sering menggunakan warna monokrom hitam dan putih menjadi salah satu ciri khasnya dalam berkarya. Dirinya juga suka menggabungkan karakter dengan pose ganjil dan latar belakang still-life yang suram. Lee Jin Ju dan Agus Suwage menjadi beberapa seniman yang menginspirasi Mamen untuk berkarya.

show